DIET RENDAH KARBOHIDRAT (Bagian I)

DIET RENDAH KARBOHIDRAT (Bagian I)
July 16, 2018 fitnessindonesia
diet

Sudah menjadi komitmen Fitness Indonesia untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru di bidang fitness dan kesehatan. Satu hal yang sedang naik daun dengan pesat sekarang adalah diet “low carb”/diet ketogenic atau diet rendah karbohidrat (untuk singkatnya, saya akan menggunakan karbo untuk karbohidrat).

DEFINISI DIET KARBO

Untuk menghindari kesalahpahaman, mari kita definiskan diet rendah karbo. Diet rendah karbo adalah diet yang membatasi dengan ketat konsumsi makanan-makanan berkadar karbohidrat atau gula tinggi, seperti nasi atau roti. Tak perlu dijelaskan lagi, makanan manis-manis seperti coklat, es krim, dan kue sudah pasti dilarang keras! Makanan utama dalam diet rendah karbo adalah makanan berkadar protein tinggi (daging, telur, seafood), lemak tinggi (kacang, keju, ikan), sayur dan buah-buahan. Sebuah diet digolongkan ke diet rendah karbo jika pemasukan kalori harian dari karbo kurang dari 20% dari total kalori harian.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, diet ini sedang populer dalam menurunkan berat badan, membakar lemak dan mendapatkan perut six pack. Di setiap majalah, blog, atau website fitness dan kesehatan, sering saya menemukan bahwa diet rendah karbo direkomendasikan untuk membakar lemak atau mendapatkan perut six pack. Bahkan, banyak fitness trainer dan buku fitness dan kesehatan, baik yang dijual di toko buku maupun secara online, merekomendasikan diet rendah karbo.

Dan memang, mereka yang mengikuti trend ini mendapatkan hasil yang menakjubkan. Pasti anda sering mendengar cerita seperti ini, “…..turun 8kg dalam waktu 22 hari….”, “….turun 20kg dalam waktu 3 bulan dan mendapatkan perut six pack…..”, atau “….berat badan saya turun 30kg dalam waktu 4 bulan…”.

Lalu apa masalahnya? Masalahnya adalah, hasil menakjubkan ini, hanya akan terjadi pada saat-saat awal anda mengikuti diet rendah karbo. Karena kenyataannya, diet ini tidak bekerja untuk selamanya dan untuk setiap orang!

Pengalaman Jangka Panjang Saya Dengan Diet Rendah Karbo

Saya mulai bereksperimen dengan diet ini Juli 2011 dengan berat badan 69kg dan kadar lemak 13% berdasarkan hasil biosignature ciptaan Charles Poliquin. Setiap harinya, satu-satunya karbo yang saya makan adalah 1 buah apel dan 2 mangkok nasi (kalori hariannya dari karbo adalah 15% pada hari istirahat dan 20% pada hari training).

Dalam waktu kurang dari 2 bulan, saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 3kg. Memang tidak fantastis, tapi kadar lemak saya berkurang 5% dari 13% ke 8%, yang merupakan hasil fantastis dan tidak mudah dicapai untuk seseorang yang sudah berkadar lemak rendah dan “non-beginner” di training.

Dengan hasil seperti ini, saya semakin termotivasi untuk mengikuti diet rendah karbo. Sayangnya, kadar lemak saya semakin naik perlahan-lahan sampai akhirnya saya menjadi 69kg, 9% lemak di bulan Maret 2012 dan 71kg, 11% lemak di bulan Juli 2012.

Setelah yakin bahwa hipotesis saya tepat, saya kembali ke diet “normal” yang memperbolehkan saya makan makanan berkadar karbo tinggi seperti nasi putih, roti, bahkan es krim, pasta dan coklat. Ternyata, memakan makanan tersebut tidak saja “tidak bikin gemuk” seperti yang ditakutkan orang (asalkan “teknik”-nya benar), makanan tersebut juga membantu saya mendapatkan tubuh “ripped” saya kembali. Dalam waktu 10 minggu, saya menurunkan berat badan saya dari 71kg ke 65kg dengan lemak dari 11% ke 4%.

Catatan samping: Banyak juga klien saya yang sudah mengalami hal yang sama sebelum bergabung dengan program fitness Fitness Indonesia dan berhasil mendapatkan hasil menakjubkan dengan meningkatkan konsumsi karbo mereka secara strategis

Jadi kesimpulannya, diet rendah karbo memang efektif dalam menurunkan berat badan, membakar lemak, atau mendapatkan perut six pack dengan cepat. Namun, diet tersebut hanya bekerja untuk waktu singkat (sekitar 3 bulan). Saya akan membahas hal ini lebih lanjut dalam blog post selanjutnya. Untuk itu, pastikan anda subscribe ke newsletter Fitness Indonesia agar anda tidak kelewatan!

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*