Ternyata, Kalsium Tidak Mencegah Pengeroposan Tulang

Ternyata, Kalsium Tidak Mencegah Pengeroposan Tulang
October 29, 2018 fitnessindonesia
Nutrisi Untuk Tubuh

Sampai saat ini, banyak orang percaya bahwa salah satu manfaat susu, karena kandungan kalsiumnya, adalah untuk mencegah tulang keropos dan menjaga kesehatan tulang anda. Bahkan, ada beberapa susu yang “diformulasikan” khusus dengan kandungan kalsium tinggi untuk pencegahan tulang keropos dan dijual dengan harga lebih mahal. Banyak orang mengkonsumsi susu khusus ini hanya dengan 1 alasan di kepala mereka, yaitu untuk mencegah terjadinya pengeroposan tulang. Apakah anda merupakan salah satunya? Jika tidak, saya katakan, very good! Karena hal tersebut hanyalah waste of money. Jika iya, biar saya katakan dengan jelas disini, kandungan kalsium pada susu tidak ada hubungannya dengan kesehatan tulang anda! Bahkan, saya berani mengatakan sebaliknya. Susu, terlepas dari segala kepercayaan orang dan pemberitaan oleh iklan atau media (yang disponsori oleh produsen susu tentunya), justru mempercepat proses pengeroposan tulang.

Di sini, anda akan menemukan kenyataannya! Dan hanya sekedar informasi, saya tidak disponsori oleh siapa-siapa. Semua yang tertulis disini adalah murni apa yang saya ketahui dari penelitian-penelitian ilmiah dan dari mentor saya, Layne Norton, PhD (Nutritional Science) dan Charles Poliquin (Pelatih atlit kelas dunia).

Solusi dari Susu untuk Tulang Keropos

Solusi yang ditawarkan oleh susu dalam mengatasi tulang keropos adalah peningkatan pemasukan atau konsumsi kalsium. Ada 1 hal yang benar disini, yaitu kalsium memang penting untuk mencegah tulang keropos. Namun, kebanyakan orang tidak memiliki masalah dengan konsumsi kalsium yang terlalu rendah.

Akar permasalahan umum dari tulang keropos adalah pengeluaran cadangan kalsium dari tulang. Singkatnya, yang perlu dipecahkan bukanlah bagaimana meningkatkan pemasukan kalsium ke dalam tubuh, melainkan bagaimana membatasi pengeluaran cadangan kalsium dari dalam tulang.

Pertanyaannya, apakah susu mampu membatasi pengeluaran cadangan kalsium dari dalam tulang?

Jawabnya tidak! Lebih parahnya lagi, susu justru bisa meningkatkan pengeluaran cadangan kalsium dari tulang! Gampangnya, susu tidak mencegah tulang keropos dan menjaga kesehatan tulang. Malah sebaliknya, susu memicu terjadinya tulang keropos! Kaget? Berikut adalah penjelasannya.

Pengeluaran cadangan kalsium dari tulang dipicu oleh kadar keasaman darah yang terlalu tinggi. Darah yang terlalu asam mengharuskan tubuh untuk menggunakan cadangan kalsium dari tulang untuk menetralisirnya. Di sisi lain, susu bersifat “meng-asamkan” darah. Jadi, susu justru memicu penarikan cadangan kalsium dari tulang, yang kita tahu penting untuk kesehatan tulang.

Bagaimana Dengan Kalsium Dari Susu?

Tapi, susu sendiri juga mengandung kalsium. Tidak bisakah kandungan kalsium pada susu digunakan untuk mengganti cadangan kalsium yang dipakai untuk menetralisir darah?

Tidak semudah itu. Agar kalsium yang anda konsumsi bisa digunakan sebagai cadangan pada tulang, dibutuhkan mineral magnesium. Singkatnya, kadar kedua mineral ini harus berada di level yang seimbang. Sayangnya, dikarenakan gaya hidup dengan tingkat stress tinggi (seperti pekerjaan berat, kurang tidur, dan lingkungan toxic), perbandingan kalsium dan magnesium rata-rata sekarang menjadi 5:1, atau bahkan 11:1 sampai 26:1 untuk orang yang gemar mengkonsumsi susu. Gampangnya, selama kadar magnesium anda rendah, semua kalsium yang anda konsumsi tidak ada gunanya.

Solusi Tepat untuk Kesehatan Tulang

Jadi, kalau bukan dengan minum susu dan meningkatkan konsumsi kalsium, bagaimana caranya untuk mencegah tulang keropos dan menjaga kesehatan tulang? Di bawah adalah beberapa solusi yang bekerja:

Tingkatkan konsumsi Magnesium, dari sayur-sayuran hijau dan suplemen Magnesium, tapi bukan suplemen Magnesium murahan yang menggunakan Magnesium Oxide, yang berkualitas dan berdaya serap rendah.

Batasi konsumsi padi-padian seperti roti dan nasi secara keduanya juga meng-asamkan darah, sehingga memicu penarikan cadangan kalsium dari tulang.

Kendalikan stress anda secara stress meningkatkan kadar hormon kortisol dari dalam darah. Hormon kortisol juga bersifat asam.

Jaga kualitas dan kuantitas tidur anda karena selain mengurangi stress, tidur juga menjaga kadar hormon pertumbuhan dalam darah. Hormon pertumbuhan mampu melawan efek negatif hormon kortisol dalam meng-asamkan darah.

Perbanyak konsumsi protein, terutama dari daging karena walaupun daging dan protein bersifat asam, keduanya meningkatkan kadar hormon pertumbuhan. Hasil gabungannya tetap masih positif, yaitu keasaman darah berkurang.

Jalani latihan beban dengan tepat dan benar secara latihan beban, jika dilakukan dengan tepat, bisa memicu produksi hormon pertumbuhan.

Batasi latihan kardio karena latihan kardio yang berlebihan justru akan meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh, yang kita tahu berdampak negatif terhadap cadangan kalsium tulang.

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*