(RESEARCH REVIEW) – GLUTAMINE TIDAK BERGUNA SAMPAI SAAT INI

(RESEARCH REVIEW) – GLUTAMINE TIDAK BERGUNA SAMPAI SAAT INI
July 17, 2018 fitnessindonesia
TIPS DAN NUTRISI

Mungkin di antara anda yang “hobi” membeli/mengkonsumsi suplemen serta menjual suplemen sebagai bisnis sampingan anda (tak ada yang salah dengan itu) akan langsung “melotot” melihat judul di atas, tapi seperti Layne Norton PhD (Nutritional Science) selalu bilang “Jangan benci pembawa pesannya, benci data-data penelitiannya.”

Berikut Adalah Review Glutamine

Asam amino adalah komponen dari protein dan bisa dibagi menjadi 2 kategori, yaitu asam amino esensial dan non-esensial. Asam amino esensial tidak bisa disintesis oleh tubuh dan maka itu, harus disuplai dari diet. Sementara asam amino non-esensial bisa diproduksi lewat sintesis “de novo” dari asam amino atau molekul lain yang tersedia di dalam tubuh. Satu asam amino non-esensial yang kemungkinan besar sudah anda dengar adalah glutamin.

Latihan yang panjang dan berat bisa menurunkan konsentrasi glutamin dalam darah. Secara glutamin adalah sumber bahan bakar utama untuk banyak sel daya tahan tubuh manusia, penurunan konsentrasi glutamin sering dikaitkan dengan penurunan fungsi daya tahan tubuh dan peningkatan resiko penyakit. Glutamin juga sudah dikaitkan dengan peningkatan sintesis protein (pemulihan dan reparasi otot) serta pemulihan cadangan glikogen (karbohidrat), dan mengurangi pegal otot dan peradangan internal.

Karena itu, beberapa “efek/manfaat” konsumsi glutamin yang sampai saat ini masih dipercaya masyarakat luas di antaranya:

  1. Mendukung sistem daya tahan tubuh dan menurunkan resiko jatuh sakit.
  2. Meningkatkan sintesis protein dan pertumbuhan otot.
  3. Mengurangi rasa pegal otot dan meningkatkan pemulihan otot.
  4. Meningkatkan sintesis ulang glikogen pada liver dan otot.

Inilah dimana semuanya menjadi semakin menarik dan beberapa dari anda (yang “pro-glutamin” entah karena hobi konsumsi atau jualan) akan mulai geram terhadap post ini (atau juga saya).

Di luar dari kepercayaan luas tersebut di atas, bukti penelitian – entah dari penelitian akut (sekali konsumsi saja) maupun kronis (konsumsi rutin dalam jangka panjang) – yang mendukung konsumsi glutamin untuk membantu fungsi daya tahan tubuh atau mendorong pertumbuhan otot sangatlah terbatas.

Walau suplementasi glutamin bisa mengkompensasi penurunan konsentrasi glutamin dalam darah setelah sesi latihan panjang, hal tersebut tetap tidak mencegah penurunan fungsi daya tahan tubuh. Selain itu, latihan berat yang singkat, seperti angkat beban, TIDAK menurunkan tingkat glutamin dalam darah. Hanya latihan berlebih dan dalam durasi panjang yang menyebabkan hal tersebut. Dan dalam situasi itu pun, penurunan konsentrasi glutamin dalam darah tidak cukup signifikan untuk secara negatif mempengaruhi sistem daya tahan tubuh.

Kesimpulannya:

Suplementasi glutamin bisa menjaga kestabilan konsentrasi glutamin darah setelah sesi latihan berat atau panjang. Namun, TIDAK ADA BUKTI yang mengindikasikan bahwa hal ini mempengaruhi fungsi daya tahan tubuh atau menurunkan resiko jatuh sakit anda

Suplementasi glutamine tidak menurunkan rasa pegal otot atau meningkatkan proses reparasi dan pertumbuhan otot

TIDAK ADA BUKTI CUKUP untuk merekomendasikan suplementasi terhadap atlit. Jadi, jika atlit saja, yang latihannya pasti lebih keras dan lama daripada kita orang biasa, tidak direkomendasikan untuk konsumsi glutamin, kenapa kita perlu mengkonsumsinya?

Akhir kata, untuk menjawab pertanyaan pada gambar “Manfaat suplemen glutamin?”, jawaban inteleknya adalah sampai saat ini, TIDAK ADA.

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*