DIET RENDAH KARBOHIDRAT – APAKAH BENAR EFEKTIF? (BAGIAN III)

DIET RENDAH KARBOHIDRAT – APAKAH BENAR EFEKTIF? (BAGIAN III)
July 16, 2018 fitnessindonesia
DIET SEHAT

Di blog post sebelumnya, kita sudah membahas bahwa diet low carb/diet rendah karbo sangat efektif untuk membakar lemak, menurunkan berat badan, atau bahkan mendapatkan perut six pack dalam waktu yang relatif singkat. Sayangnya, keefektifan ini tidak bertahan lama, seperti ditunjukan oleh eksperimen saya terhadap diri saya sendiri serta pengalaman saya dengan klien-klien saya di Fitness Indonesia. Mengetahui hal ini, kita harus menggunakan diet ini dalam situasi dan kondisi yang tepat, Di sisi lain, kita perlu untuk berhenti menggunakannya begitu diet ini tidak memberikan hasil lagi atau begitu situasi dan kondisi kita tidak lagi tepat untuk diet ini bekerja.

Pada post kali ini, saya akan menjelaskan sedikit lebih mendalam alasan mengapa diet ini tidak efektif, khususnya bagi anda yang menjalani latihan/training secara serius.

Di blog post sebelumnya, saya mengatakan bahwa diet rendah karbo merupakan diet yang efektif untuk pemula, yang latihannya masih belum terlalu berat. Karena dari itu banyak cerita-cerita menakjubkan mengenai diet ini pada bulan-bulan pertama. Namun, seiring anda terus berlatih dengan konsisten, anda tidak akan selamanya berada di level pemula. Cepat atau lambat, latihan anda akan semakin intense, karena pada dasarnya, latihan mengharuskan sebuah progression untuk terus memberi hasil. Ini adalah saat dimana diet rendah karbo tidak lagi efektif, atau bahkan counterproductive, untuk anda, seperti pengalaman saya.

Berikut adalah fakta yang banyak dilewatkan oleh banyak pendukung dan pengikut setia diet rendah karbo. Latihan/training, khususnya yang intense dan hardcore seperti apa yang saya lakukan di video di bawah, mengubah kondisi metabolisme anda sehingga kebutuhan nutrisi anda pun berubah.

Untuk lebih jelasnya, mari kita kembali ke Nate Miyaki, juara binaraga natural keturunan Jepang asal Amerika, dan ibarat “mobil dan bensin”-nya.

“Jika anda mengemudikan mobil anda berkeliling sepanjang hari, kadang dalam jarak jauh, anda harus sering mengisi bensinnya. Jika tidak, bensinnya akan habis. Tangki bensin kosong di tubuh manusia sama halnya dengan menjadi lelah, depresi, lesu, pemarah, penurunan performa, kehilangan otot, lemak yang tidak kunjung hilang, frustasi karena walaupun sudah diet, bentuk badan anda tidak berubah, dan sebagainya.”

“Untuk wanita, diet rendah karbo yang dibarengi dengan latihan intense akan menghambat produksi tiroid dan menyabotase kadar metabolisme normal mereka. Untuk pria, kombinasi itu akan menurunkan produksi hormon testosteron dan kadar metabolisme mereka. Jika anda menggunakan juice (steroid) untuk mengkompensasi hal itu, tidak terlalu masalah. Tapi jika anda melakukan semuanya secara natural, anda membutuhkan cara yang lebih tepat”

“Latihan intense menggeser keseimbangan tubuh ke arah catabolic (penguraian massa otot). Anda membutuhkan pemulihan ke arah anabolic (pembentukan massa otot) untuk memulihkan keseimbangan tersebut. Dan kita tahu bahwa karbo, terutama yang bertepung, dan efeknya terhadap insulin, bisa sangat anabolic”

Kesimpulannya, karbo bukanlah sesuatu yang jahat dan harus dihindari. Karbo hanyalah sesuatu yang sudah lama disalahgunakan, sehingga yang terjadi adalah karbo disalahpahami sebagai sesuatu yang membuat kita gemuk. Kenyataannya, karbo memiliki peranannya sendiri dalam membakar lemak, meningkatkan performa, mempertahankan bentuk badan ideal, dan menjaga kesehatan tubuh. Jadi, yang harus anda lakukan dari sekarang bukanlah menghindari karbo, melainkan menggunakan karbo sebagaimana seharusnya!

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*