MASIH MENGEJAR BERAT BADAN IDEAL?

MASIH MENGEJAR BERAT BADAN IDEAL?
July 16, 2018 fitnessindonesia
Tips memiliki tubuh ideal

Masih mengejar berat badan ideal anda? Jika iya, mohon maaf apabila saya mengecewakan anda, tapi anda mengejar sesuatu yang tidak exist. Namun, jika tidak sekarang, cepat atau lambat, anda pasti akan merasa kecewa, karena kemungkinan sukses dalam mengejar sesuatu yang tidak exist adalah 0 besar. Pada akhirnya, anda tidak akan mencapai apa yang anda kejar, secara hal tersebut tidaklah nyata.

“Lalu bagaimana dengan berbagai cara menghitung berat badan ideal yang tersedia di berbagai media, baik offline maupun online? Hal tersebut sangatlah nyata.” Memang cara-cara tersebut nyata, tapi lagi-lagi, mereka semua mencoba memberi solusi akan hal yang tidak nyata. Lagi-lagi, akurasi akan solusi hal yang tidak nyata adalah 0 besar. Singkatnya, berat badan ideal bukanlah sesuatu yang seharusnya anda hitung dan anda kejar, secara hal tersebut tidaklah nyata.

Untuk menggambarkan “ketidaknyataan” konsep berat badan ideal, saya akan menggunakan pengalaman saya sendiri sebagai contoh. Dalam contoh ini, saya akan menggunakan metode BMI (Body Mass Index), atau IMT (Indeks Massa Tubuh) dimana cara menghitung berat badan ideal adalah sebagai berikut:

IMT = berat badan / (tinggi badan x tinggi badan), berat badan dalam kg dan tinggi badan dalam cm

Berat badan dikatakan ideal apabila IMT anda sebesar 18.5 – 23.

Sementara saya, di pertengahan tahun 2009 memiliki berat badan 62kg (tinggi badan 172cm). Apakah ideal? Tentu saja! IMT saya sekitar 20. Namun jika dilihat dari foto di bawah, apakah ideal?

Yang pasti, saya terlihat terlalu kurus, karena itu saya tidak merasa percaya diri dan sama sekali tidak merasa bahwa 58kg adalah ideal untuk saya.

Kalau di pertengahan tahun 2009 badan saya terlalu kurus, setahun kemudian, saya memiliki berat badan 67kg, yang masih jatuh dalam batas-batas ideal (IMT = 22.7) walau sudah mendekati batas “gemuk”. Dan memang terbukti, saya terlihat gemuk dengan perut besar dan buncit.

Namun, sekitar 2 tahun kemudian, saya memiliki berat badan yang sama, 67kg. Bedanya, saya tidak terlihat gemuk sama sekali. Kali ini saya terlihat jauh lebih “ideal”. Saya merasa jauh lebih percaya diri dan lebih puas dengan bentuk badan saya.

Jadi jelas bahwa berat badan saja tidak bisa dijadikan ukuran apakah seseorang berada di batas ideal atau tidak. Dua orang bisa memiliki berat badan yang sama tapi memiliki bentuk badan yang sangat berbeda. Lebih ekstrimnya, seperti contoh di atas, orang yang sama bisa memiliki berat badan yang sama di waktu yang berbeda tapi memiliki bentuk badan yang jauh berbeda.

Apa yang membuat perbedaan? Komposisi tubuh, yaitu berapa persen kadar lemak tubuh anda. Pada contoh di atas, ketika saya gemuk dengan berat badan 67kg, kadar lemak saya adalah 16%. Sementara sewaktu ideal, kadar lemak saya adalah 8%. Kedua angka ini berdasarkan pengukuran lemak dengan metode BioSignature ciptaan Charles Poliquin.

Jadi, pertanyaan yang tepat bukanlah “Berapa berat badan ideal saya?”, melainkan “Bagaimana bentuk badan ideal saya?”

Memang untuk melangsingkan tubuh, anda mungkin harus sedikit menurunkan berat badan atau untuk meningkatkan massa otot, anda harus meningkatkan berat badan anda. Namun, apapun tujuan anda, pastikan untuk tidak terfokus pada berat badan saja, melainkan juga pada komposisi tubuh anda. Penurunan berat badan harus terjadi seiring dengan penurunan kadar lemak tubuh, sementara peningkatan berat badan sebisa mungkin tidak dibarengi dengan peningkatan kadar lemak tubuh.

Berikut adalah 10 tips untuk mengubah berat badan dan komposisi tubuh anda dengan tepat:

  1. Latihan beban secara rutin dan teratur harus dijalankan seiring dengan latihan kardio.
  2. Sesuaikan jumlah pemasukan makanan (kalori) sesuai dengan tujuan dan genetik tubuh anda.
  3. Pastikan anda memiliki cukup pemasukan protein setiap harinya.
  4. Ikuti sebuah gaya hidup sehat dengan tidur yang cukup dan teratur.
  5. Hindari alkohol dan rokok sebisa mungkin.
  6. Pastikan anda mengkonsumsi cukup lemak, yang penting untuk kadar hormon tubuh seimbang.
  7. Sesuaikan konsumsi karbohidrat anda sesuai tujuan dan genetik tubuh anda.
  8. Secara berkala, sesuaikan program diet anda karena berat badan dan komposisi tubuh yang berbeda juga membutuhkan program diet yang berbeda.
  9. Konsumsi cukup omega-3 dari seafood, telur, dan suplemen minyak ikan.
  10. Cari panduan dari seorang mentor atau pelatih yang ahli dan berpengetahuan dalam hal diet dan latihan.

Sedikit petunjuk untuk #10: bentuk badan dan gaya hidup “Si Pelatih” harus sesuai dengan “keahlian dan pengetahuannya” karena seseorang tidak akan benar-benar tahu dan ahli sampai dia melakukannya sendiri!

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*