PROTEIN DAN GINJAL ANDA – HUBUNGAN SEBENARNYA? (BAGIAN II)

PROTEIN DAN GINJAL ANDA – HUBUNGAN SEBENARNYA? (BAGIAN II)
July 16, 2018 fitnessindonesia
Nutrisi yang baik.

Sekarang, anda seharusnya telah mengetahui bahwa diet berprotein tinggi tidaklah buruk bagi anda. Selain itu, berbeda dengan anggapan orang pada umumnya, konsumsi protein dalam jumlah tinggi juga tidak berefek negatif pada ginjal anda, selama ginjal anda berfungsi normal. Lalu bagaimana dengan anda yang sudah memiliki gangguan/penyakit ginjal, bahkan yang ringan sekalipun? Berapa banyak protein yang bisa anda konsumsi tanpa memperparah gangguan ginjal anda? Untuk mengetahui jawabannya, teruslah membaca!

Teori Umum Bagi Penderita Gangguan Ginjal

Pada umumnya, ketika anda atau seseorang mengalami gangguan atau penyakit ginjal, rekomendasi pertama dan “paling penting” dari para dokter adalah untuk menekan konsumsi protein sampai ke titik yang sangat rendah. Singkatnya, anda harus mengikuti diet sangat rendah protein (very low protein diet). Hal ini didasarkan atas teori bahwa mengkonsumsi protein akan meningkatkan stress yang dialami ginjal untuk menyaring semua produk buangan dari protein, khususnya nitrogen, yang jika kebanyakan, akan menjadi toxic dalam badan anda.

Memang telah terbukti bahwa konsumsi protein dalam jumlah tinggi pada seseorang yang telah memiliki gangguan atau penyakit ginjal dapat memperburuk kondisi ginjalnya (1)(2). Namun, bagaimana dengan konsumsi protein dalam jumlah rendah? Apakah itu akan membantu atau memperburuk kondisi ginjalnya?

Kenyataannya

Ternyata, anggapan yang telah dianut oleh masyarakat umum selama puluhan tahun bahwa diet rendah protein adalah keharusan bagi orang dengan masalah ginjal untuk memperpanjang umur ginjalnya adalah salah!

Diet Protein Tinggi Sehat

Sudah Cukup Sehatkah Konsumsi Protein Anda untuk Ginjal?

Hal ini dibuktikan tim peneliti dari Department of Medicine, Division of Nephrology, Tufts Medical Center, Boston, USA, yang dipimpin oleh oleh Vandana Menon, MD, PhD (3). Pada penelitiannya, dia membuktikan bahwa diet rendah protein tidak memperlambat proses gangguan/penyakit ginjal. Melainkan, diet rendah protein malah tampak meningkatkan resiko kematian pada subjek dengan gangguan/penyakit ginjal.

Sebagai percobaan, dia membagi tes subjeknya ke dalam 2 kelompok, yang satu dengan 0.58 gram protein untuk setiap 1 kilogram berat badan setiap harinya, dan yang satunya dengan 0.28 gram protein per kilogram berat badan setiap harinya. Berikut adalah hasilnya:

HASIL
LOW PROTEIN DIET (0.56gram/kg/hari)
VERY LOW PROTEIN DIET (0.28gram/kg/hari)
Gagal Ginjal = 117 orang & 110 orang
Meninggal = 30 orang & 49 orang
Bertahan (Bukan Keduanya) = 124 orang & 120 orang
Total: 271 orang
Total: 279 orang

Dari penelitian ini, bisa dilihat bahwa walaupun konsumsi protein dalam jumlah tinggi berdampak negatif pada pada penderita gangguan/penyakit ginjal, bukan berarti konsumsi protein yang sangat rendah akan berdampak positif. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mendapatkan panduan yang jelas mengenai konsumsi protein pada penderita gangguan/penyakit jantung tapi untuk sekarang, konsumsi minimal 0.56 gram protein per kilogram berat badan per hari tampak seperti pilihan yang aman sampai penelitian terbaru yang lebih definitif muncul.

Jadi, bagaimanapun kondisi anda, sangat penting bagi anda anda untuk mencukupi kebutuhan protein anda setiap hari, tidak saja demi bentuk badan ideal, tapi juga demi kesehatan yang optimal!

 

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*