Panduan untuk Flexible Dieting (Bagian 1)

Panduan untuk Flexible Dieting (Bagian 1)
October 29, 2018 fitnessindonesia
Tips Diet dan Nutrisi

Sebelum saya mulai membahas soal flexible dieting, saya memohon kepada anda untuk memiliki pikiran terbuka selama membaca panduan ini. Hapus segala konsepsi salah mengenai jadwal makan (nutrient timing) dan makan bersih/sehat (clean eating) sebelum membaca lebih lanjut. Apabila anda membiarkan pikiran anda terbuka, saya jamin flexible dieting bisa dan akan mengubah hidup anda!

Saya sudah seringkali menemukan serta berbincang-bincang dengan kalangan fitness expert (yang sesungguhnya, yang memiliki dasar pendidikan bidang nutrisi, kebanyakan sampai PhD, serta benar-benar menjalani apa yang diajarkannya dan membuktikan hasil dari pemahamannya langsung kepada klien-klien mereka. Bukan yang hanya sekedar pemiliki website bertema fitness dan hanya bisa berkoar-koar online) dan penggemar fitness yang memahami, mengaplikasikan, serta menjalani metode diet ini dengan detail. Dari hasil banyak perbincangan itulah, panduan flexible dieting ini dibuat! Panduan ini bertujuan untuk membantu anda memahami apa itu flexible dieting, bagaimana metode ini bisa membantu anda. Dilengkapi dengan dukungan para fitness expert yang kredibilitasnya sudah tak bisa diragukan dan tentu tidak ketinggalan, tips dan langkah-langkah untuk mengaplikasikannya dalam hidup sehari-hari anda, saya jamin panduan ini akan menjadi panduan diet terbaik bagi anda!

Saya dan anda pasti setuju bahwa ada berbagai macam diet di luar sana, tak terhitung jumlahnya, khususnya yang tersedia online. Kebanyakan dari diet-diet itu mengatakan apa yang bekerja bagi mereka akan bekerja bagi semua orang. Sayangnya, internet merupakan pisau bermata dua dan 1 pilihan yang salah dari anda bisa berujung pada kekecewaan atau kegagalan, dan tak jarang, penipuan. Di antara keramaian metode diet di luar sana, ada 1 metode berbeda yang menonjol dibandingkan yang lainnya, yaitu flexible dieting atau dikenal juga dengan if it fits your macros (IIFYM) diet. Namun, antara saya dan anda, IIFYM diet/flexible dieting bukanlah sebuah diet.

Self-Assessment Awal

Sebelum anda melangkah ke lapisan lebih dalam dari flexible dieting, saya ingin anda mempertanyakan beberapa hal berikut ke diri anda sendiri?

Berapa kali anda sudah mencoba sebuah diet?

Apakah bekerja? Apabila iya, berapa lama anda bisa bertahan dengan diet tersebut?

Apakah anda ingin berdiet lagi?

Apakah kualitas hidup anda (kehidupan sosial, kebahagiaan pribadi, kesehatan, vitalitas)  terganggu atau menurun ketika berdiet?

Nah coba anda pikirkan benar-benar jawabannya, refleksikan lagi. Saya yakin, sebelum bagian berikutnya saya terbitkan di blog Fitness Indonesia, anda sudah siap dengan jawabannya. Dengan jawaban itu, barulah kita bisa melangkah lebih jauh. Sampai post berikutnya!

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*