\

15 Jenis Cedera Olahraga yang Mungkin Terjadi dan Cara Penanganannya

15 Jenis Cedera Olahraga yang Mungkin Terjadi dan Cara Penanganannya
Februari 27, 2024 fitnessindonesia
15 Jenis Cedera Olahraga yang Mungkin Terjadi dan Cara Penanganannya

Berikut 15 Jenis Cedera Olahraga yang Mungkin Terjadi dan Cara Penanganannya

Berolahraga menjadi aktivitas wajib yang harus dilakukan oleh semua orang demi tubuh yang sehat. Namun tak jarang banyak orang yang mengalami cedera ketika sedang berolahraga. Nah, dibawah ini akan kita bahas penyebab dan apa saja jenis cedera olahraga serta langkah apa yang tepat untuk menanganinya. Oleh karena itu mari simak uraiannya disini! 

Penyebab Cedera Olahraga

Olahraga memang aktivitas yang sangat mendukung kesehatan fisik dan mental seseorang. Seorang yang rutin berolahraga akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, berat badan yang terjaga, serta mampu terhindar dari stres. Selain itu, aktivitas fisik ini juga bisa bikin kita bahagia lho.

Namun seperti yang disebutkan diatas, cedera dalam olahraga bisa saja terjadi. Tapi tenang saja karena kamu bisa mengantisipasinya dengan mengenal beberapa penyebabnya disini. 

  1. Pemanasan yang kurang
    Salah satu yang menjadi penyebab terjadinya cedera ketika olahraga adalah kurangnya pemanasan. Pemanasan ditujukan agar tubuh bisa lebih siap dan tidak kaku ketika beraktivitas. Jadi, jangan pernah tinggalkan aktivitas ini. Lakukan pula pemanasan yang benar dan merata mulai dari bagian kepala sampai ujung kaki. 
  2. Kelelahan
    Memang kesanya ini hal yang sepele. Tapi jika kamu mengabaikannya bisa berakibat cedera. Ketika seseorang kelelahan, sedikit saja aktivitas bisa menyebabkan tarikan otot. Oleh karena itu jika kelelahan lebih baik istirahat. Hindari memaksanya untuk olahraga karena akibatnya malah bisa fatal. 
  3. Berlebihan pada satu jenis olahraga
    Ketika seseorang menyukai satu jenis olahraga, tak jarang yang lantas mengabaikan jenis olahraga lainnya. Padahal satu jenis olahraga seringkali hanya mengikutsertakan otot dan sendi yang sama. Nyatanya hal ini justru kurang efektif dan berpotensi menyebabkan cedera berulang. 
  4. Terbentur dengan keras
    Benturan ketika olahraga bisa menyebabkan pendarahan, memar, dislokasi hingga patah tulang. Oleh karena itu pastikan berhati-hati ketika melakukan olahraga. 
  5. Salah teknik
    Dalam aktivitas olahraga, teknik sangatlah penting untuk diperhatikan. Tujuannya agar gerakmu bisa maksimal. Selain itu teknik atau postur yang benar juga meminimalisir terjadinya cedera. Misalnya teknik pendaratan setelah melompat. Kamu perlu tahu jika ada teknik tertentu yang dianjurkan agar kaki bisa menopang tubuh secara sempurna ketika mendarat sehingga seseorang tidak akan cedera. 

15 Jenis Cedera Olahraga dan Cara Penanganannya

Diatas sudah dijelaskan beberapa penyebab cedera olahraga. Jika sudah tahu penyebabnya, selanjutnya mari kita bahas tentang beberapa jenis cedera olahraga dan cara penangannya. 

    1. Strain
      Ini adalah cedera pada bagian tendon dan otot yang meregang. Dalam bahasa Indonesia cedera ini disebut pula dengan terkilir atau keseleo. Biasanya cedera ini terjadi ketika tubuh tegang ketika kamu melakukan gerakan. Nah, cedera ini bisa kian parah seperti otot yang robek jika kamu bergerak secara asal. 
      Pertolongan pertama pada cedera ini adalah dengan menghentikan aktivitas. Istirahatkan bagian tubuh yang cedera dan gunakan es untuk mengompresnya selama 15 menit. Lakukan pengompresan berulang setiap 2 jam sekali dengan memberikan handuk sebagai jeda antara kulit dengan es.
      Berikan perban ada area yang cedera dan usakan anggota tubuh yang cedera letaknya lebih tinggi dari posisi jantung. 
    2. Sprain
      Strain atau sprain memiliki definisi yang sama dalam bahasa Indonesia yakni terkilir atau keseleo karena tipe kerusakanya sama terjadi pada jaringan lunak. Meski begitu definisi keduanya sebenarnya berbeda. Jika strain cedera pada otot dan tendon, sprain lebih kepada cedera yang melibatkan robeknya kapsul dan ligamen sendi. Kasus ini sering terjadi pada bahu, pergelangan tangan, lutut dan engkel.
      Lantas bagaimana penangannya? Sama seperti strain, istirahatkan bagian yang cedera, kompres, perban dan lakukan elevasi agar anggota tubuh yang cedera posisinya lebih tinggi dari jantung. 
    3. Fraktur
      Jenis cedera olahraga yang disebut dengan patah tulang ini sering terjadi pada pergelangan kaki, kaki, pergelangan tangan dan tangan. Agar bisa sembuh seperti sedia kala biasanya dibutuhkan beberapa minggu. Nah, dalam masa terapi hindari melakukan aktivitas terlalu keras karena berpotensi terjadi cedera berulang.
      Fraktur sebenarnya bisa dihindari ketika kamu melakukan pemanasan dan berlatih dengan gerakan yang sesuai. Lakukan pula latihan fleksibilitas dan ketahanan otot agar bisa terhindar dari cedera ini.
      Namun jika terjadi, penanganan pertama yang harus dilakukan antara lain: amati kondisi tubuh secara umum seperti denyut nadi, pernafasan dan sebagainya; hentikan pendarahan; batasi gerakan serta aktivitas fisik; tangani pembengkakan; dan terakhir bawa ke pusat kesehatan terdekat. 
    4. Gegar otak
      Cedera ini sering terjadi pada mereka yang gemar berolahraga gulat, hoki, sepak bola, senam ritmik, tinju, dan ski. Cedera ini terjadi karena benturan yang tiba-tiba hingga menyebabkan hilangnya keseimbangan dan kesadaran. Tak jarang pula yang pusing, mual bahkan amnesia.
      Jika ini terjadi, segera batasi pergerakan leher dan kepala selama beberapa minggu dan perhatikan perubahan perilakunya. Biasanya seorang yang gegar otak jadi lebih mudah marah dan rewel pada anak-anak.
    5. Cedera rotator cuff
      Jenis cedera ini biasanya terjadi pada mereka yang melakukan olahraga seperti voli, angkat besi, berenang serta bisbol. Gerakan yang melibatkan bahu secara satu arah akan berpotensi menimbulkan cedera ini.
      Untuk jenis cedera yang parah biasanya akan langsung ditangani oleh fisioterapis. Kamu juga bisa melakukan RICE (Rest Ice Compress Elevation) untuk mengurangi memar dan rasa sakit. 
    6. Tennis elbow dan golfer’s elbow
      Dua jenis cedera olahraga ini memang tidak sama namun keduanya mengakibatkan robekan pada siku. Jika tennis elbow peradangan pada bagian luar siku lengan bawah, maka golfer’s elbow peradangannya terletak dalam bagian lengan.
      Penanganan pertama dari cedera ini adalah mengistirahatkan bagian siku. Kamu juga bisa mengkonsumsi obat pereda nyeri. 
    7. Groin strain
      Cedera ini menyebabkan paha bagian dalam yang tertarik. Biasanya cedera ini dialami oleh mereka yang melakukan aktivitas hoki, baseball, atau sepak bola. Jika mengalami cedera ini, maka dibutuhkan setidaknya 1-2 minggu untuk bisa pulih. 
    8. Cedera fleksor pinggul
      Cedera ini bisa terjadi karena otot pinggul yang lemah dan kaki. Penanganan pada cedera ini yakni menggunakan metode RICE. 
    9. Cedera hamstring
      Jenis cedera olahraga ini sering terjadi pada para pelari. Peradangan ini disebabkan karena pergerakan yang berlebihan dan pemanasan yang kurang. Cara mengatasi cedera ini adalah dengan mengistirahatkan bagian kaki, kompres dengan es batu, balut dengan perban dan minum pereda nyeri.
    10. Anterior Cruciate Ligament
      Cedera ini terjadi karena benturan pada lutut. Untuk meredakannya lakukan pengompresan pada area lutut. Untuk mencegah terjadinya cedera ini, gunakan deker pada bagian lutut. 
    11. Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS)
      Cedera ini terjadi pada tempurung lutut yang digerakan berulang misalnya ketika mengayuh sepeda atau lari. Jika hal ini terjadi, istirahatkan bagian tubuh yang cedera hingga rasa sakitnya hilang. 
    12. Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS)
      Cedera ini akan terjadi jika kamu melakukan olahraga intensitas tinggi dengan ciri khas nyeri yang menusuk pada bagian depan kaki. Gejala tersebut disebut juga dengan shin splints dan umumnya terjadi pada mereka yang hobi bermain sepak bola dan lari.
    13. Calf Muscle Strain
      Cedera ini terjadi pada otot betis yang menegang. Gejalanya adalah nyeri atau memar dan bengkak. Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan metode RICE sebagai pertolongan pertamanya. 
    14. Tendon Achilles
      Gejala dari cedera ini adalah rasa sakit ketika berjalan. Jika tidak lekas diterapi maka tendon bisa saja patah. Direkomendasikan untuk melakukan latihan otot eksentrik dengan cara menurunkan otot kaki secara perlahan ke ujung kaki. 
    15. Plantar Fasciitis
      Gejala yang dirasakan dari cedera ini adalah rasa sakit yang menusuk pada bagian telapak kaki ketika berjalan. Cedera ini biasanya dirasakan oleh pesepak bola dan pelari yang bergerak dengan intensitas tinggi dan durasi yang panjang.
      Untuk memulihkannya dibutuhkan bantuan fisioterapi untuk cedera yang terhitung parah.
Baca Juga  25 Poin Pembelajaran Selama 10 Tahun Latihan Beban

Cedera olahraga bisa saja berakibat fatal. Oleh karena itu lebih baik kenali semua penyebab cedera untuk menghindarinya. Lebih baik lagi jika kamu melakukan sharing dan konsultasi dengan trainer di gym mu. 

Tanyakan semua hal terkait dengan teknik atau postur dari gerakan olahraga yang hendak kamu praktikkan agar bisa terhindar dari cedera. Namun jika sudah tak terhindarkan, kamu juga harus tahu bagaimana pertolongan pertama ketika cedera ini terjadi padamu. 

Comments (0)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*